Berita Untuk Anda

Jangan Pandang Enteng Kegembiraan di Dalam Sepak Bola


Agen Judi Bonus – Perhatikan saja bagaimana Paul Pogba dapat tersenyum , berdansa & bergaya setiap kali mencetak gol. Empat gol yang dicetaknya selalu diakhiri dengan dab dance ataupun Billy dance. Suatu bahasa tubuh yg cita rasanya langka sewaktu Jose Mourinho masih melatihnya. Pogba pertanda bahwa Kegembiraan itu sudah tumbuh bersama dengan kehadiran Solskjaer. Pria asal Norwegia itu mampu membuat Pogba, Rasford dan pemain yang lain menjadi seorang penghibur, menyenangkan, & menikmati penampilannya sendiri.

Solskjaer mampu membuat para pemainnya kembali ke sebuah titik, titik yang berkaitan dengan jiwa mereka. Sebuah titik yang menciptakan mereka menemukan balik alasan mengapa mereka menyayangi sepak bola, mencintai klub yang mereka bela dan menampakan warna mereka sebenarnya. Di sepak bola terkini, hal ini seringkali dinomorduakan. Banyak pelatih yang lebih menjunjung atau berbasiskan data dalam mengolah para pemain yang beliau pimpin. Pemain diperlakukan sebagai sebuah indera yang harus taat pada kemauan mereka tanpa oleh instruktur mempedulikan kemauan para pemain.

Hal ini menjadi masuk akal, karena tuntutan kemenangan yg instan menciptakan pelatih harus mengorbankan relasinya dengan para pemain buat tujuan tercapai. Kita sebut saja Carlo Ancelotti, instruktur yang dikenal menggunakan kemampuan taktikal mumpuni akan tetapi sangat irit berelasi dengan para pemain. Terakhir pada Bayern, Ancelotti “diusir” oleh para pemain senior seperti Arjen Robben, Frank Ribery & Lewandowski keliru satunya karena alasan tersebut.

Balik ke MU. Sebenarnya pelatih MU sebelumnya Jose Mourinho dikenal menjadi instruktur yg mempunyai kedekatan yang baik menggunakan para pemainnya, hanya sayangnya sepak bola pragmatis yg diusungnya lama kelamaan mulai ketinggalan jaman, Mourinho frustrasi, pemain sebagai terbeban dan Mou jua wajib lekas pergi berdasarkan MU. Di Inggris pada jaman lalu ada nama-nama pelatih legendaris seperti Matt Busby, Bill Shankly dan Brian Clough yg dikenal sebagai instruktur-pelatih yg mempunyai kekuatan pendekatan personal yg baik menggunakan para pemainnya.

Sesudah mereka terdapat Sir Alex Ferguson, instruktur legendaris MU yg bisa menciptakan anak-anak muda seperti Beckham, Paul Scholes & Solskjaer menemukan kegembiraan maksimal misalnya orang ereksi ketika bersepakbola. Pantas saja, Solskjaer kini bisa dikatakan berhasil mewarisi apa yang dilakukan Fergie.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *