Mendalami Al-Quran Sebagai Kitab Suci Umat Islam

Islam ialah agama suci yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Diperkuat dengan berbagai mukjizat seperti salah satunya terbelahnya bulan, dll. Keajaiban Nabi Muhammad SAW yang melihat yang masih bisa disaksikan adalah Alquran. Al-Quran adalah mukjizat Nabi Muhammad yang bertahan hingga hari kiamat. Ciri-ciri mukjizat dari Al-Qur’an adalah: Ini adalah kitab suci kebesaran yang luar biasa baik untuk keindahan tata bahasa maupun isinya. Hal itu diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad yang melihat bahwa ia menantang semua orang kafir untuk bersaing dengannya (lihat surat Al Baqarah 23-24 Yunus 37-39), namun hingga kini belum ada yang bisa menandinginya. Dalam banyak buku referensi tentang Islam juga sudah banyak sekali yang mengajarkan hal ini.

Al-Qur’an menantang orang-orang kafir yang meragukan kebenaran Al-Qur’an untuk membuat pernyataan yang sesuai dengan Al-Qur’an dalam hal keindahan bahasa dan kebenaran isinya. Keajaiban Alquran menurut sebagian ulama terletak pada keindahan struktur kalimatnya ditinjau dari balaghah, fashahah dan keindahan ekspresinya. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa keajaiban Al-Qur’an terletak pada kesesuaian prinsip-prinsip Al-Qur’an bagi seluruh umat manusia. Jika prinsip ajaran bersumber dari produk manusia atau produk masyarakat tertentu, maka tidak tepat untuk selalu diterapkan.

Beberapa ulama berpendapat bahwa keajaiban Alquran terletak pada penutupnya yang tidak terlihat. Misalnya dalam surat Ali Imran disebutkan sebagai berikut:

Artinya: Katakan kepada orang-orang kafir: “Kamu pasti akan kalah di dunia ini dan kamu akan dibawa ke neraka. Dan ini adalah tempat yang paling buruk. Sungguh, ada tanda bagimu di dua kelompok yang bertemu (bertarung) Kelompok dia bertempur di jalan Allah dan sekelompok orang kafir yang bermata seakan-akan Muslim berlipat ganda jumlahnya. Allah menguatkan dengan siapa yang Dia kehendaki. Lihat, inilah pelajaran bagi mereka yang bermata. (Ali Imran 12-13).

Alquran mengumumkan akhir dari masyarakat di Jazirah Arab dengan kemenangan Muslim atas orang-orang kafir. Sedangkan ketika ayat diturunkan, orang-orang kafir Quraisy berada dalam kondisi yang sangat kuat dari segi kualitas dan kuantitas serta kondisi kaum mukmin dalam keadaan lemah.

Dalam surat Ar Rum Allah menyebutkan:

Artinya: Alif laam miim, orang Romawi telah dikalahkan, di negara terdekat (yaitu Suriah) dan akan menang setelah kekalahan tersebut. Dalam beberapa tahun. Karena Tuhan adalah tugas sebelum dan sesudah kemenangan dan pada hari kemenangan Romawi, orang-orang percaya bersukacita. (Ar Ruum 1-4)

Bangsa Romawi dikalahkan oleh Persia dalam perang yang dimulai pada 603 M. sampai setelah 610 M. selama kaisar Romawi Heraclius yang memerintah dari 610 M. sampai 642 A.D. Dalam perang itu orang Persia dikalahkan oleh tentara Romawi. Aleppo, Damaskus dan kota-kota besar Suriah ditaklukkan oleh Persia. Yerusalem direbut pada 614-615, tujuh tahun sebelum migrasi Nabi Muhammad SAW. Yerusalem dibakar selama blokade dan umat Kristen diusir, gereja-gereja dibakar dan peninggalan sejarah disita terutama salib yang diyakini umat Kristiani sebagai tempat di mana Yesus digantung. Para pemimpin agama Persia merayakan kekalahan ulama dan ulama Kristen.

By eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *