Berita Untuk Anda

Sejarah Sablon Yang Perlu Diketahui

Teknik sablon pada masa itu menggunakan chiffon sebagai pola untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar pada kain gasa. Itu sebabnya teknik tersebut dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra. Setelah perang dunia ke-2, cara cetak saring terus berkembang pesat. Pengembangan terus dilakukan hingga memunculkan genre baru yaitu teknik cetak baju saring modern. Namun, teknik dasar yang di gunakan cetak saring tetap sederhana, murah, dan mudah untuk di praktekkan. Sablon baju pertama kali dipatenkan di Inggris oleh Samuel Simon pada tahun 1907. Pada awalnya, penyablonan digunakan sebagai metode untuk melakukan pencetakan pada kertas, dinding (wallpaper), pencetakan sprei, sutra, atau bahan – bahan kain lainnya yang memiliki kualitas tinggi.

Cetak sablon berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1924. Awalnya proses cetak sablon dilakukan di atas bahan tekstil. Setelahnya pada tahun 1946 MC Kornick dan Penney menemukan mesin printing baju sablon. Alat sablon selain sebagai media cetak komersial, juga merupakan seni. Sekumpulan seniman sablon, mendirikan Perkumpulan Serigrafi Nasional (National Serigraphic Society). Istilah “Serigrafi” berasal dari bahasa Latin, yaitu “seri” (sutra), dan bahasa Yunani “graphein” (menulis atau menggambar). Serigrafi mulai dikenal pada tahun 1930, untuk membedakan antara para seniman yang berkarya di bidang seni yang menggunakan sablon, dengan mereka yang bergerak di bidang sablon industri komersial.

Sablon merupakan bagian teknik cetak yang pertama kali ditemukan di China. Selanjutnya Jepang dan negara – negara Asia lainnya mengadopsi metode cetak ini dan mengembangkannya dengan memadukannya menggunakan teknik cetak lainnya. Awalnya cetak sablon dikembangkan di Jepang untuk mencetak kimono yang merupakan ciri khas pakaian Jepang yang memiliki banyak motif. Hasilnya, kimono motif sablon mulai banyak digunakan oleh masysrakat Jepang. Cetak Baju atau sablon pertama kali dikenal di Asia pada akhir tahun 1700an yang selanjutnya beranjak ke negara Eropa Barat. Dan sejak saat itu sablon kaos mulai dikenal sejak kain sutera mulai banyak digunakan di pasar. Sablon tersebut digunakan untuk menghias kain sutera.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *