Yuk, Mari Mengenal Karsinoma Nasofaring Secara Singkat!

Ada banyak sekali nama penyakit yang masih asing di telinga masyarakat, salah satunya karsinoma nasofaring. Apa, sih, karsinoma nasofaring? Menurut halaman Alodokter, pengertian karsinoma nasofaring adalah salah satu jenis kanker yang menyerang bagian tenggorokan dan terjadi pada lapisan luar nasofaring. Karsinoma nasofaring lebih dikenal dengan nama kanker nasofaring. 

Nasofaring adalah salah satu bagian yang ada pada tenggorokan bagian atas. Letaknya ada di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut. Hal ini dapat menimbulkan gejala berupa benjolan di dalam tenggorokan, kesulitan membuka mulut, dan penglihatan menjadi kabur. Dilansir dari halaman Hellosehat, karsinoma nasofaring terjadi sebanyak 80 ribu kasus setiap tahunnya dan merupakan jenis kanker yang jarang terjadi. Namun, meski jarang terjadi, karsinoma nasofaring merupakan penyakit yang cukup mematikan apabila tidak ditangani dengan baik.

Penyebab terjadinya karsinoma nasofaring adalah virus DNA di mana menyebabkan adanya infeksi akut dan infeksi laten pada limfosit. Selain itu, penyebab terjadinya kanker nasofaring juga bisa karena faktor genetik.

Ada beberapa gejala yang bisa Anda temui pada karsinoma nasofaring. Berikut ulasannya!

  1. Hidung tersumbat.
  2. Mengalami mimisan.
  3. Mengalami sakit kepala .
  4. Merasakan sensasi kaku pada wajah atau mati rasa.
  5. Pandangan terganggu dan kabur.
  6. Mengalami kesulitan saat bernapas.
  7. Mengalami kesulitan saat berbicara.
  8. Sering terjadinya infeksi pada telinga.
  9. Adanya darah pada air liur.
  10. Adanya benjolan pada leher.

Penyakit ini dapat meningkat untuk terjadi kepada seseorang. Berikut beberapa faktor risiko pemicu karsinoma nasofaring. Simak ulasannya!

  1. Riwayat Penyakit Dalam Keluarga.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu penyebab terjadinya karsinoma nasofaring adalah faktor genetik. Apabila dalam keluarga Anda terdapat riwayat penyakit kanker nasofaring, maka Anda perlu waspada.

  1. Virus Epstein-Barr.

Virus ini merupakan virus yang dapat menimbulkan gejala batuk dan pilek. Virus ini juga bisa menyebabkan terjadinya penyakit mononukleosis infeksius dan karsinoma nasofaring.

  1. Jenis Kelamin.

Jenis kelamin juga bisa menjadi pemicu terjadinya kanker nasofaring dan penyakit ini lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita.

  1. Usia.

Usia memang menjadi faktor risiko segala penyakit. Untuk penyakit kanker nasofaring ini, biasanya terjadi pada orang yang berusia 30-50 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit ini bisa terjadi pada segala usia.

  1. Makanan yang Diawetkan Dengan Garam.

Ternyata, makanan yang diawetkan dengan garam bisa menjadi faktor risiko terjadinya karsinoma nasofaring. Saat memasak makanan yang diawetkan dengan garam, bahan kimia yang dilepaskan bersama uap dapat terhirup melalui hidung. Hal itulah yang menyebabkan kanker nasofaring bisa muncul dengan cepat.

Untuk mengetahui dan memastikan adanya gejala karsinoma nasofaring atau tidak, bisa melakukan beberapa cara di bawah ini. Yuk, simak ulasannya!

  1. Melakukan Pemeriksaan Fisik.

Pertama, Anda harus melakukan pemeriksaan fisik ketika mulai adanya benjolan pada area leher. Bisa saja penyebab terjadinya benjolan leher bukan karena penyakit karsinoma nasofaring.

  1. Biopsi.

Anda juga bisa melakukan biopsi dengan cara mengambil sampel benjolan pada nasofaring oleh dokter.

  1. Nasofaringoskopi.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat nasofaringoskopi di mana alat ini memiliki kamera kecil pada ujungnya dan akan dimasukkan melalui hidung. Tujuannya adalah untuk melihat kondisi nasofaring yang akan muncul pada layar monitor.

Nah, itulah perkenalan singkat mengenai penyakit karsinoma nasofaring. Tetap jaga kesehatan agar terhindar dari penyakit mematikan. Sudah paham? 

By eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *